Selamat Datang di Credit Union Kusapa

UMKM Anggota

Manisnya Kesabaran Julianus Aldo, Anggota CU Kusapa dalam menjalankan UMKM Budidaya Madu Kelulut di Bonti

Share:
Manisnya Kesabaran Julianus Aldo, Anggota CU Kusapa dalam menjalankan UMKM Budidaya Madu Kelulut di Bonti

Sanggau, Dusun Mamal — Dari wilayah Dusun Mamal yang asri, sebuah kisah inspiratif lahir dari ketekunan seorang pemuda asal Dusun Mamal Desa Sami Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau bernama Julianus Aldo salah satu anggota CU Kusapa TP Dorik Kelisek Bonti. Sejak tahun 2021, ia memulai perjalanan budidaya madu kelulut, lebah tak menyengat yang menghasilkan madu dengan cita rasa unik. Usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga bukti nyata bahwa potensi alam di Desa Sami dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Manfaat budidaya kelulut dapat ditinjau dari tiga unsur yaitu secara ekologiekonomi dan sosial. Secara ekologi, kelulut membantu proses penyerbukan tanaman, ini terkait dalam proses mencari sumber makanan dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Produk yang dihasilkan oleh kelulut berupa madu kelulut bernilai ekonomi sehingga bermanfaat sebagai sumber pendapatan. Penjualan produk madu kelulut kemudian akan membuka peluang usaha bagi pembudidaya, dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan sehingga memberikan manfaat sosial ekonomi.

Pak Aldo melakukan proses panen madu kelulut di kebunnya 

Berawal dari ketertarikannya pada manfaat budidaya lebah kelulut atau sering disebut lebah trigona diatas, Aldo melihat peluang besar di sekitar tempat tinggalnya. Dengan modal nekat dan semangat belajar yang tinggi, ia memulai budidaya secara mandiri dan otodidak. Namun, jalan yang ditempuh tak selalu mulus. Proses budidaya madu kelulut membutuhkan kesabaran dan pemahaman yang mendalam tentang perilaku lebah, mulai dari cara membuat sarang yang tepat, perawatan rutin, hingga proses panen.

Titik balik usahanya datang berkat pendampingan dari staf CU Kusapa TP Dorik Kelisek. Staf yang kompeten memberikan bimbingan berkala, memastikan setiap langkah yang diambil Aldo berjalan sesuai jalur. "Pendampingan dari Staf Pemberdayaan CU Kusapa TP Dorik Kelisek sangat membantu saya, terutama dalam mendorong saya dalam menjalankan usaha, mengatasi kendala teknis dan cara mempromosikan hasil panen madu kelulut kepada anggota lainnya di CU Kusapa," ujar Aldo dengan senyum sumringah.

Hasil Madu Kelulut Kemasan 250 Mili liter

Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan pengembangan usaha, berupa modal lewat skema pinjaman produktif hingga membantu memasarkan madu yang dihasilkan lewat, flayer dan WA grup. Dengan bimbingan yang konsisten, kualitas madu kelulut milik Aldo semakin meningkat, jumlah penjualan semakain banyak sehingga produk madu kelulut yang ditekuni mulai dikenal luas. Madu kelulut dari Sanggau ini dikenal dengan rasa manis yang khas dengan sedikit sentuhan asam, menjadikannya favorit di kalangan penikmat madu. Hasil madu yang berkualitas tinggi dan kaya manfaat ini, di panen secara tradisional untuk memastikan kualitas madu tetap terjaga serta dikemas dalam kemasan botol transparan sehingga tampilannya elegan dan menarik serta dilengkapi dengan label produk. Produk madunya diberi nama Madu Rimba Borneo Mamal. Saat ini berkat pendampingan dari CU Kusapa hasil produksi madu kelulut ini dapat dinikmati dengan pemesanan melalui bapak Julianus Aldo nomor Wa 085388477225, dapat juga melalui staf CU Kusapa TP Dorik Kelisek atas nama Kristina Novi, A.Md dengan nomor Wa 085750730402. Harga per botol ukuran 250 mili liter sebesar Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah).

Penampakan sarang Kelulut, bagian yang mengembang mengandung madu

Sebagai informasi penting, dilansir dari berbagai sumber bahwa kelulut atau lebah tanpa sengat adalah salah satu jenis lebah dari sukuMeliponini yang bagian tubuhnya tidak memiliki organ yang berfungsi sebagai sengat sehingga sangat aman jika kita berada disekitar koloni lebah ini. Tubuh kelulut memiliki panjang sekitar 3 sampai 4 milimeter. Bagian tubuh yang seharusnya menjadi sengat pada kelulut mengalami reduksi sehingga tidak dapat difungsikan. Kelulut memiliki kemampuan untuk menghasilkan madu dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan lebah hutan. Keunggulan lain yang dimiliki oleh kelulut ialah mampu menghasilkan tiga jenis produk yaitu madu, propolis dan roti lebah. Madu merupakan cairan manis keasaman yang diperoleh kelulut dari nektar bunga atau pucukdaun. Madu menjadi makanan utama bagi kelulut dan manusia memanfaatkannya sebagai campuran minuman dan obat. Propolis adalah lem yang dibuat oleh kelulut dari getah tumbuhan dan digunakan sebagai pelindung sarang dan mencegah pemangsa memasuki sarang lebah. Kandungan nutrisi di dalam propolis bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sedangkan roti lebah adalah butiran nektar jantan yang berbentuk seperti tepung. Roti lebah dijadikan sebagai makanan tambahan bagi kelulut. Kandungan kimianya meliputi asam fitokoidal yang mencegah masuknya bakteri dan perkecambahan di dalam sarang lebah. Kelulut dapat menghasilkan propolis dengan jumlah empat kali lipat dibandingkan dengan lebah hutan dalam jangka waktu yang sama. Propolis ini kemudian digunakan untuk berbagai macam penyakit pada manusia, antara lain sakit gigiinfluenzadiabetes melitus, dan tuberkulosis. Kemampuan menyembuhkan penyakit ini merupakan efek dari kandungan propolis yang mengandung antioksidan dan fenol yang berlimpah.

Dilihat dari keterangan diatas madu kelulut memiliki berjuta manfaat bagi tubuh kita, ini mendorong semangat Julianus Aldo dalam mengembangkan usahanya

Kisah inspiratif Julianus Aldo ini menunjukkan bahwa dengan semangat dan dukungan yang tepat, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) anggota bisa berkembang pesat. Ia tidak hanya menghasilkan madu, tetapi juga menginspirasi pemuda lain di Dusun Mamal untuk memanfaatkan potensi lokal, ini sejalan dengan pengembangan pemberdayaan anggota yang menerapkan Asset-Based Community Development (ABCD), pendekatan pengembangan usaha anggota dengan memanfaatkan asset atau sumber daya yang ada disekitar anggota tersebut. Usaha madu kelulut ini membuktikan bahwa budidaya berkelanjutan dapat menjadi alternatif mata pencaharian yang menjanjikan, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Ibu Kristina Novi, A,Md Staf Pemberdayaan CU Kusapa TP Dorik Kelisek Bonti saat pendampingan dengan datang lansung ke kebun

Ke depan, Aldo berencana untuk terus mengembangkan usahanya, menambah jumlah koloni sarang, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Berkat ketekunan dan pendampingan yang solid, madu kelulut dari Kecamatan Bonti kabupaten Sanggau ini siap mengukir jejak manis di dunia wirausaha UMKM anggota.

Author Image

Deputy Pemberdayaan

Artikel Terkait: