Selamat datang di website Credit Union Kusapa

Pelatihan Internal

Memperkuat Pelayanan Prima: CU Kusapa Melaksanakan Diklat Integrated Capacity Building di Tabor Bodok

Share:
Memperkuat Pelayanan Prima: CU Kusapa Melaksanakan Diklat Integrated Capacity Building di Tabor Bodok

SANGGAU, CU KUSAPA – Dalam upaya mewujudkan pelayanan prima kepada anggota agar kualitas pelayanan semakin baik dan memperkokoh pilar tata kelola organisasi, CU Kusapa melaksanakan pelatihan Integrated Capacity Building bagi pengurus, pengawas dan manajemen. Kegiatan dikelola oleh satu orang panitia Bapak Yulius Juandi, S.E. dan satu orang pembawa acara Ibu Lusia Neti, S.M. Dalam acara pembukaan, kegiatan dibuka secara resmi oleh Pengurus CU Kusapa Bapak Paskalis, S.E. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 Juni 2026, bertempat di kawasan asri Rumah Retret Tabor Bodok, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 10.12.53.jpeg

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang luar biasa handal dibidangnya yaitu Bapak Drs. Markus Mardius, CPC., CEC., CLBA., CHA., CDLP, beliau Adalah fasiltator dan coach yang memiliki sertifikasi
internasional dibidang trainer DISC. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh elemen penting dalam struktur CU Kusapa, mulai dari jajaran pengurus, pengawas, Top Manajemen dan staf TP dengan jumlah peserta 34 orang. Kehadiran para peserta di tengah suasana komplek Wisma Tabor Bodok yang tenang dan kondusif dirancang khusus untuk memisahkan diri sejenak dari rutinitas kerja agar
peserta dapat mengikuti kegiatan secara utuh dan tanpa gangguan.

WhatsApp Image 2026-06-17 at 08.45.34.jpeg

Foto pembukaan kegiatan pelatihan Integrated Capacity Building.

Program pelatihan Integrated Capacity Building ini dirancang secara terintegrasi dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama:

  1. Mengenal diri sendiri dengan Metode DISC:

DISC adalah singkatan dari Dominance/Dominan, Influence/Intim, Steadiness/Stabil, dan Compliance/Cermat. Keempat kepribadian ini merupakan tipe karakter yang diperoleh setelah kita mengikuti tes dalam metode ini. DISC adalah tipe-tipe kepribadian yang disusun oleh Dr. William Moulton Marston, seorang psikolog Universitas Harvard.

Kepribadian Dominance 

Karakter Dominance dapat kita jumpai pada tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno dan Donald Trump. Ciri-Ciri Kepribadian Dominance, tipe kepribadian ini mudah merasa bosan dengan rutinitas yang monoton, menyukai tantangan dan inovasi. Kepribadian ini juga menyukai hal-hal seperti kekuasaan, tanggung jawab, pembuatan keputusan, problem solvingmultitasking, atau lainnya yang membuat dia merasa menjadi lebih dominan. Gaya Komunikasi dan Kepemimpinan karakter Dominance mudah dinilai orang lain sebagai sosok yang agresif, lugas, bahkan terkesan kasar. Tipe tidak sabar dan sulit menjadi pendengar yang baik. Cara menghadapi orang Dominance adalah dengan bertindak secara efisien dan
terorganisir. Sampaikan segala sesuatunya tanpa berbelit-belit dan hindari hal yang menunjukan anda menyerah.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 12.09.20.jpeg

Foto peserta mendengarkan Fasilitator menjelaskan pengenalan diri dengan metode DISC.

Kekuatan Tipe Dominance yaitu bisa merasa santai dan nyaman saat dalam situasi yang genting dan tak pasti. Kemampuannya untuk memandang permasalahan dengan lebih luas dapat membuat seorang Dominance lebih fokus pada hasil. Jurusan yang cocok untuk orang Dominance antara lain: Bisnis, teknik Industri, hukum, Teknologi Informasi, manajemen, sales/marketing, engineering, militer, coaching dan politik. Bidang Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini yaitu: CEO, team
leader, manajer, business owner, startup founder, konsultan, coach, polisi, pemadam kebakaran, tentara, personal trainer dan trader.

Kepribadian Influence

Karakter Influence memiliki pengaruh yang besar bagi sekitarnya. Kepercayaan dirinya, antusiasmenya, selera humornya, dan optimismenya membawa semangat baru bagi lingkungan sekitarnya. Orang dengan kepribadian Influence memiliki kemampuan persuasif yang bagus sehingga cocok sebagai negosiator yang handal. Karena menyukai popularitas, karakter Influence sulit menerima penolakan dari orang lain. Tak ada kata sendirian dalam kamus kehidupannya.

Gaya komunikasi dan kepemimpinan tipe orang Influence biasanya sangat suka berbicara atau banyak omong dan penuh dengan emosi. Orang lain dapat memandang karakter ini sebagai orang yang ceroboh dan berantakan. Dalam situasi yang penuh tekanan, karakter ini cenderung lebih memperhatikan keadaan orang dan lingkungan di sekitarnya. Tipe ini juga pandai memberikan feedback yang positif dan konstruktif dengan cara yang halus.

Seorang tipe Influence memiliki karisma sebagai pemimpin yang dapat menciptakan suasana menyenangkan dan memotivasi orang lain. Cara menghadapi orang Influence adalah dengan menggunakan pendekatan yang tidak terlalu formal. Bangun relasi secara perlahan dan selalu tunjukkan sikap yang baik, salah satunya dengan menjadi pendengar yang baik.

Tipe Influence memiliki kekuatan dapat memengaruhi orang lain dengan mudah. Tipe ini mampu tumbuh dan berkembang di tengah perubahan yang sulit. Dengan karakter seperti ini, jurusan
yang cocok untuk orang Influence antara lain: Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Pariwisata dan Psikologi. Tipe ini dapat bekerja sebagai hubungan publik dan bisnis.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 10.04.50.jpeg

Kepribadian Steadiness

Karakter Steadiness memiliki ciri: Konsisten, tenang, dan sabar. Tak heran bila orang-orang dengan kepribadian Steadiness sulit menerima perubahan dan butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mereka menyukai lingkungan yang memberi rasa aman tanpa perubahan yang mendadak atau biasa disebut lebih nyaman berada di zona nyaman. Gaya Komunikasi dan Kepemimpinan karakter Steadiness penuh dengan kesan tenang dan santai menjalani hidup. Orang dengan kepribadian ini sangat menghargai nilai-nilai dan rasa keadilan, tetapi mudah mengiyakan bila ditekan.
Karakter ini juga lebih menyukai pertemuan empat mata yang tenang. Sebagai pemimpin, tipe orang Steadiness butuh waktu yang lama untuk bertindak dan memutuskan sesuatu. Pengalaman, keahlian, dan jabatan penting untuk membangun otoritasnya. Karena kecenderungannya untuk bekerja sama, tipe ini lebih mementingkan musyawarah dan sangat memperhatikan keadaan orang lain.

Cara menghadapi orang dengan kepribadian Steadiness adalah dengan tidak berkonflik dengannya, usahakan untuk sepakat. Karakter ini butuh banyak waktu untuk berbagai hal, maka kesabaran Adalah kunci penting dalam menghadapinya.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 12.09.20 (1).jpeg

Foto Peserta mengikuti sesi dengan serius

Tipe Steadiness memiliki kekuatan yang berkaitan erat dengan keluarga dan teman, ini adalah harta yang paling berharga bagi tipe ini. Karena itulah, tipe orang Steadiness bisa membela kelompoknya mati-matian. Dari sudut pandang lain, tipe ini adalah sosok yang dapat diandalkan. Dengan begitu, jurusan yang cocok untuk orang Steadiness antara lain: Psikologi, Pendidikan, Ilmu Keperawatan dan Agribisnis. Tokoh yang memiliki kepribadian ini Adalah mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang
Yudhoyono dan mantan Presiden Amerika Barack Obama.

Kepribadian Compliance
Karakter Compliance memiliki ciri-ciri: tekun, sistematis, teliti, cermat, serta fokus pada ketepatan dan kualitas. Cenderung analitis dan kritis, sosok kepribadian ini suka mengejar kualitas dengan standar yang tinggi dan mengerjakan tugas-tugas yang rinci. Karenanya, tipe Compliance menyukai batasan,
prosedur, dan metode yang jelas. Gaya Komunikasi dan Kepemimpinan; Lantaran ketelitiannya, tipe orang Compliance mudah mengkritik orang lain, terutama yang tidak mencapai standar yang diinginkannya. Sementara, Compliance yang berada di bawah tekanan bisa menjadi orang yang nyinyir dan bawel.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 13.15.38.jpeg

Foto evaluasi peserta dengan menjawab pertanyaan.

Tipe orang Compliance lebih suka berkomunikasi secara tertulis dan menjaga jarak dengan orang lain. Bila tidak setuju dengan suatu hal, orang dengan tipe ini tdak akan serta-merta mengungkapkannya. Meskipun bisa menjadi bawel dan mudah mengkritik, apa yang disampaikannya semata-mata berdasarkan fakta dan data. Saking memiliki keinginan hasil kinerja yang sempurna segala sesuatunya harus dilakukan dengan rinci dan benar, pemimpin dengan karakter Compliance terkadang lamban memutuskan. Otoritasnya sebagai pemimpin dibangun berdasarkan aturan dan
standar yang jelas.

Cara menghadapi orang Compliance adalah dengan menghindari topik-topik abstrak atau yang bersifat opini untuk dibahas. Fokus saja pada fakta, detail, dan analisis. Nama-nama besar di Indonesia yang menunjukkan karakter Compliance antara lain B.J. Habibie dan Sri Mulyani. Karakter dengan tipe Compliance cocoknya bekerja sendirian. Maka, jurusan yang cocok untuk orang Compliance antara lain: Akuntansi, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Hukum, Kedokteran, Teknik Kimia dan Teknik Biomedis. Tipe ini dapat bekerja dibidang Hukum, Finance dan teknologi.

  1. Menjadi Coaching berdasarkan standar ICF: Transformasi Pemimpin Menjadi Coach

Salah satu terobosan utama dalam pilar peningkatan kompetensi teknis dan kepemimpinan, dalam pelatihan Integrated Capacity Building ini, terdapat materi pembekalan keterampilan Coaching berdasarkan standar International Coaching Federation (ICF). Sebagai Lembaga keuangan yang berbasis pemberdayaan anggota, CU Kusapa menyadari bahwa pola kepemimpinan masa kini harus bergeser dari sekadar memberi instruksi (konvensional) menjadi memfasilitasi potensi staf dan anggota.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 11.53.42.jpeg

Foto praktik menjadi Coaching sesuai standar ICF.

Melalui pendekatan standar emas ICF ini, para pengurus, pengawas dan manajemen dilatih
untuk:

a. Mendengarkan secara Aktif (Active Listening): Menangkap emosi, tantangan nyata, dan potensi
tersembunyi dari staf maupun anggota tanpa membuat penilaian (judgment) sepihak.

b. Mengajukan Pertanyaan Kuat (Powerful Questioning): Menggunakan teknik pertanyaan terbuka yang memicu kesadaran diri (awareness) staf dan anggota untuk menemukan solusi mandiri atas kendala operasional di lapangan.

c. Membangun Kepercayaan (Establishing Trust): Menciptakan ruang komunikasi yang aman dan
transparan di internal Tempat Pelayanan (TP) antara staf dan anggota, sehingga budaya inovasi dapat tumbuh subur.

Dampak Langsung pada Pelayanan Anggota;
dengan mengintegrasikan kompetensi coaching standar ICF, jajaran manajemen CU Kusapa tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan dan pengembangan bagi anggota yang dilayaninya. Secara jangka panjang, budaya coaching ini akan langsung dirasakan oleh anggota. Aktivis lapangan yang terbiasa di-coach dengan baik akan memiliki kemampuan empati yang lebih tinggi saat melakukan pendampingan UMKM dan literasi keuangan kepada anggota, sehingga dapat membantu anggota mencapai kemandirian finansial secara lebih terarah. Pembekalan mendalam mengenai manajemen risiko modern, optimalisasi sistem digitalisasi pelayanan, serta
kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan sesuai tata Kelola CU yang sehat.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 10.14.21.jpeg

Foto fasilitator sedang meyampaikan cerita lucu sebagai bagian dari Ice Breaking.

  1. Meningkatkan Kapasitas/Potensi Diri untuk bersinergi dan Kerjasama Tim

Membongkar sekat-sekat operasional antar-bidang melalui materi team building guna menciptakan alur komunikasi yang responsif demi kepuasan anggota. Dalam sebuah Lembaga yang menentukan kemajuan Adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap/perilaku. Meningkatkan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim dapat dicapai melalui empat langkah utama: membangun komunikasi terbuka,
memperkuat rasa saling percaya, menyelaraskan tujuan Bersama dan mendukung rekan kerja. Ini mengubah potensi individu menjadi kekuatan kolektif yang jauh lebih besar daripada jumlah kerja perorangan. Penjelasan lebih lanjut langkah-langkah strategis untuk mengembangkan kapasitas tersebut meliputi:

a) Membangun Komunikasi Terbuka: Dengarkan secara aktif, sampaikan ide dengan konstruktif, dan pastikan setiap anggota tim merasa didengarkan. Gunakan platform diskusi agar kolaborasi tetap terarah.

b) Memperkuat Rasa Saling Percaya: Kenali kekuatan dan kelemahan masing-masing rekan kerja. Pembagian tugas yang adil dan sesuai bidang akan meminimalkan konflik dan tumpang tindih pekerjaan.

c) Menyelaraskan Tujuan: Pastikan setiap anggota tim memahami visi dan misi bersama dan target yang ingin dicapai. Evaluasi berkala sangat penting untuk melihat kemajuan kinerja agar target tahunan dapat tercapai.

d) Mendukung Rekan Kerja: Utamakan budaya kolaborasi dibanding kompetisi internal, serta berikan apresiasi atas kontribusi sekecil apa pun bagi anggota tim.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 10.03.26.jpeg

Foto Game problem solving: kedua tim harus bisa sama-sama maju tanpa harus menghambat tim lain.

Menjadi pribadi yang unggul adalah proses pengembangan diri yang dilakukan secara konsisten melalui latihan dan penguasaan keterampilan, kecerdasan emosional yang matang, dan komitmen pada integritas. Hal ini dapat dicapai dengan menetapkan tujuan hidup yang jelas, memiliki
motivasi yang kuat, dan selalu terbuka untuk mengevaluasi diri. Untuk membangun karakter tersebut, Anda bisa memulainya melalui langkah-langkah praktis berikut:

a) Kenali kekuatan dan kelemahan, lakukan evaluasi diri secara jujur untuk mengetahui potensi yang bisa dimaksimalkan serta area yang perlu diperbaiki.

b) Kembangkan Keterampilan (Soft Skills dan Hard Skills), selalu asah kemampuan baru
dan kreativitas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

c) Utamakan Integritas: Jadilah seseorang yang memegang teguh kejujuran dan memiliki
prinsip moral yang kuat, agar integritas anda terjaga dengan baik.

d) Bangun Relasi Positif: Jalin jaringan pertemanan dan profesional yang mendukung
pertumbuhan Anda ke arah yang baik.

e) Kelola Emosi dan Berempati: Pahami emosi diri sendiri dan orang lain agar mampu
merespons setiap masalah dengan kepala dingin.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 10.42.25.jpeg

Foto penyerahan souvenir kepada Fasilitator.

Disetiap akhir sesi fasilitator memberikan tugas pertanyaan yang terkait dengan materi, hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan
oleh fasilitator. Kegiatan pelatihan ini berakhir pada hari jumat tanggal 19 juni 2026, dan ditutup oleh anggota Pengurus Bapak Yulius, S.Sos. Dalam sesi penutup, panitia memberikan kesempatan kepada dua orang perwakilan dari peserta menyampaikan pesan dan Kesan setelah mengikuti pelatihan ini, kedua perwakilan peserta tersebut adalah Bapak Sukino Deputi Pemberdayaan kantor pusat dan Ibu
Yulia Helena Rita, S.M manajer tempat pelayanan Bujakng Nyangko Pahauman. Kegiatan berakhir pukul 16.30 WIB dan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Bapak Dian Fernando, S.Kom.

Author Image

Deputy Pemberdayaan

Artikel Terkait: